tips-pintar-membentuk-sifat-dan-karakter-anak
Parenting

Tips Pintar Membentuk Sifat Dan Karakter Anak Sesuai Harapan Bagi Keluarga Baru 

Memang bukan hal mudah untuk menjadi keluarga baru, terlebih lagi jika sudah masuk fase parenting. Orang tua atau keluarga adalah tempat pertama pembelajaran bagi anak. Oleh karena itu sikap dan karakter anak sebenarnya terbentuk pertama kali di rumah. Fungsi sekolah hanya untuk mematangkan dan menyempuranakan karakter tersebut. Pastinya dalam melakukan parenting ini tidak boleh asal asalan melakukannya, tetapi harus menyiapkannya sejak dini. 

Pastinya parenting yang baik harus memiliki pola didik, gaya mengasuh, hingga cara berkomunikasi yang baik supaya sikap dan karakter anak yang terbentuk nanti sesuai dengan harapan orang tua. Kebanyakan orang tua lebih memilih menyekolahkan anaknya sedini mungkin supaya proses perkembangan kognitif si kecil bisa berjalan dengan cepat. Padahal didalam kenyataannya, anak berusia tiga hingga lima tahun sebenarnya usia anak sedang senang senangnya bermain. 

Pada fase ini, anak akan mengoptimalkan perkembangan psikomotorik kasarnya dengan cara melatih keseimbangan, konsentrasi, serta koordinasi tubuhnya. Sehingga saat si kecil diberi pembelajaran diluar hal hal tersebut secara intens justru kemungkinannya hanya akan menghambat tumbuh kembangnya. 

Oleh karena itu Anda sebagai orang tua sudah seharusnya mengoptimalkan smart parenting di rumah dengan sebenar benarnya. Hal ini penting dilakukan supaya anak nantinya benar benar memiliki karakter dan sikap seperti yang diharapkan oleh para orang tuanya. Orangtua merupakan sosok kunci utama dalam hal parenting ini, sehingga mereka harus selalu memberikan pendampingan dan perhatian sejak dini. 

Tips Pintar Membentuk Sifat dan Karakter Sesuai Harapan Bagi Keluarga Baru

Terbentuknya kedekatan dan ikatan antara ibu dan anak bisa membuat anak memiliki sikap dan karakter seperti yang diharapkan oleh para orangtuanya. Berikut dibawah ini adanya tips parenting untuk keluarga baru supaya bisa membentuk anak dengan karakter dan sikap yang sesuai seperti harapan diantaranya yaitu :

1. Jangan Menentukan Apa Yang Harus Disukainya 

Pastinya setiap anak memiliki kehendak yang diinginkannya seperti hobi dan hal lain yang disukainya. Sebaiknya Anda sebagai orangtua tidak turut “memaksa” apa yang harus disukai si kecil atau melarang apa yang disukainya. 

Tugas orang tua hanya mengarahkan dan membimbing apa yang dikehendaki anak. Jangan sampai mendikte anak, karena hal tersebut justru hanya akan menyebabkan si kecil merasa terkekang dan terpaksa dalam menjalani hal tersebut. 

2. Jangan Membantu Anak Secara Berlebihan

Biarkan anak berusaha terlebih dahulu untuk melakukan tugas dan tanggung jawabnya sendiri. Meski Anda melihat si kecil tidak mampu untuk melakukannya. Hal ini penting dilakukan karena dapat melatih anak untuk menjadi sosok yang mandiri dan bertanggung jawab. Jika Anda terlalu mudah memberi bantuan, kemungkinannya nanti si kecil akan tumbuh menjadi sosok yang manja serta selalu mengandalkan pertolongan orang lain. 

3. Persiapkan Anak Masuk Era Digital 

Sangat penting bagi Anda untuk memberikan edukasi digitak kepada anak sejak dini. Karena saat ini kita telah memasuki era digital, dimana bisa diakses dengan mudahnya berbagai perangkat elektronik. Kemungkinannya Anda tidak bisa melarang anak menggunakan gadget. Tetapi yang bisa Anda lakukan adalah memberi batasan dalam penggunaannya. 

Contohnya, Anda bisa membuat jadwal khusus kapan si kecil boleh menggunakan gadget dan berapa lama durasinya. Tujuannya supaya anak tidak akan ketergantungan gadget. Anda juga harus menerapkan kebijakan tersebut pada diri sendiri, dengan cara tidak menggunakan gadget didepan si kecil. Karena jika Anda melakukannya, kemungkinannya anak akan merasa iri lalu menggunakan dalih bahwa orangtuanya juga bebas menggunakan gadget. 

4. Mengakui Kesalahan 

Sudah seharusnya setiap orangtua memberikan contoh yang terbaik bagi anaknya. Meski begitu jangan sampai orang tua merasa jika dirinya adalah sosok yang paling benar dan tidak pernah salah. Saat Anda melakukan kesalahan, maka akui kesalahan tersebut. Dengan begitu nantinya anak akan memiliki karakter yang besar hati dan bersedia mengakui kesalahannya.            

5. Selalu Menjawab Pertanyaannya

Anak anak dimasa pertumbuhannya cenderung seringkali mengeluarkan pertanyaan ‘’apa” dan ‘’kenapa”. Seringkali mereka menanyakan sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu penting sehingga tak jarang membuat Anda malas untuk menanggapinya. Padahal rasa penasaran si kecil tersebut justru akan menggiring mereka menjadi sosok yang kritis. Oleh karena itu pastikan Anda selalu menjawab segala pertanyaan yang dilontarkan anak. Jangan sampai mengabaikan pertanyaannya, karena bisa membuat anak enggan bertanya lagi. 

Baca Juga : Kumpulan Ucapan Ulang Tahun yang Bermakna untuk Anak

6. Memiliki Tujuan Pengasuhan

Masih banyak orangtua yang tidak jelas tujuan pengasuhannya. Kebanyakan orang tua hanya sekedar mendidik anaknya tanpa pola dan indikator yang jelas. Padahal tujuan pengasuhan ini adalah hal penting dalam smart parenting. 

Sebaiknya Anda membuat tujuan pengasuhan sejak anak baru dilahirkan. Beberapa hal yang sebaiknya Anda siapkan adalah kesepakatan dengan pasangan, prioritas apa yang akan diberikan untuk anak, dan Anda akan melakukan pendekatan yang seperti apa. 

7. Tanggung Jawab Penuh

Menjadi kewajiban bagi setiap orang tua untuk bertanggung jawab penuh atas anaknya. Meski saat ini kebanyakan anak diasuh babysitter atau kakek neneknya, tetapi bukan berarti orangtuanya bisa mengabaikan pengasuhan anaknya hanya untuk fokus bekerja. Sosok ayah dan ibu harus tetap selalu ada disisi anaknya. Karena jika waktu kebersamaannya kurang bisa menyebabkan renggangnya ikatan antara orangtua dan anak. Akhirnya nanti si kecil tidak akan terbuka pada orangtuanya dan cenderung cuek. 

8. Memberi Apresiasi

Saat anak berhasil mencapai sesuatu maka Anda sebagai orangtuanya jangan lupa memberi pujian. Apresiasi tidak harus selalu berupa hadiah, memberi ucapan selamat dirasa sudah cukup.  Saat mendapatkan apresiasi, anak akan merasa sangat dihargai usahanya dan semakin termotivasi untuk meraih apresiasi lainnya. 

9. Jangan Mengkritik Terlalu Berlebihan

Pastinya si kecil akan sering melakukan kesalahan baik yang disengaja ataupun tidak. Sebagai orangtuanya, Anda bertugas untuk mengingatkan kesalahan tersebut lalu memberi penjelasan tentang dampak buruk apa yang bisa ditimbulkannya. 

Tetapi pastikan apa yang disampaikan itu tidak berubah menjadi kritik yang berlebihan. Karena jika anak terus terusan mendapatkan kritik bisa menyebabkan mentalnya jatuh. Hal tersebut bisa menyebabkan keengganan si kecil untuk mencoba sesuatu karena takut akan mendapatkan kritikan yang berlebihan nantinya. 

10. Memberikan Bekal

Orangtua merupakan sumber pengetahuan yang pertama bagi anak anaknya, oleh karena itu sudah seharusnya para orang tua memberi bekal pengetahuan pada anaknya sebelum belajar di sekolah. Pemahaman tentang ibadah dan agama hingga pendidikan seksual merupakan bekal yang harus diajarkan pada si kecil sejak dini. Tujuannya supaya anak sudah terlebih dahulu memiliki dasarnya sehingga saat di sekolah hanya tinggal memahami lanjut. 

Apakah parenting merupakan satu satunya cara dalam pembentukan sikap dan karakter anak? Pasti jawabannya tidak. Karena pendidikan juga berperan penting dalam pembentukan sikap dan karakter anak. Oleh karena itu tidak sedikit orang tua yang mengusahakan supaya anaknya mendapatkan pendidikan yang terbaik. 

Baca Juga : 10 Tips Menjadi Orang Tua Yang Selalu Bahagia

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *