Kesehatan

Perbedaan Baby Blues dan Depresi Pasca Melahirkan

Perbedaan Baby Blues dan Depresi Pasca Melahirkan

Ayo Cari Tahu Perbedaan Baby Blues dan Depresi Pasca Melahirkan

Perbedaan baby blues dan depresi pasca melahirkan mungkin belum moms tahu. Kali ini kita akan mengulik perbedaan dari baby blues dan depresi pasca melahirkan yaitu postpartum depression(PPD). Banyak yang mengira keduanya sama, namun jika diteliti lebih dalam ternyata berbeda. Apa saja perbedaanya? Ayo para moms kita cari tau, Let’s check this out!

Terdapat beberapa perbedaan yaitu sebagai berikut:

1. Segi Gejala

Pada baby blues gejala dapat terlihat melalui perubahan emosional yang cukup signifikan seperti mudah menangis, mudah lupa sampai menjadi sangat sensitif. Sedangkan untuk PPD gejalanya jauh lebih serius seperti makan/tidur yang sulit atau malah berlebihan sehingga mengganggu kesehatan fisik, mereka juga akan mengalami kelelahan yang sangat sulit diatasi walaupun sudah banyak beristirahat.

2. Segi Durasi Terjadinya Gejala

Untuk penderita baby blues biasanya hanya berlangsung selama beberapa hari dan paling lama sampai 2 minggu setelah melahirkan, sedangkan pada penderita PPD memiliki durasi gejala jauh lebih lama yaitu minimal 1 bulan sampai 1 tahun setelah ia melahirkan. Melihat durasi tersebut ada baiknya jika gejala tak kunjung usai sampai 1 bulan, segera konsultasikan kepada dokter atau psikolog untuk mendapat solusi terbaik.

3. Segi Kemunculan Gejala

Untuk gejala pada baby blues biasanya akan muncul pada hari kedua atau ketiga usai melahirkan buah hati, namun untuk PPD gejala bisa saja muncul pada bulan kedua atau ketiga setelah sang anak lahir. Namun kalau menurut dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disordeis V (DSM-V) sebuah panduan untuk menentukan diagnosis gangguan mental menyatakan bahwa PPD bisa muncul kapan saja sejak masa kehamilan ibu.

4. Segi Penyebab

Baby blues diyakini ditimbulkan dari perubahan fisiologis yang dirasakan oleh seorang ibu setelah melahirkan, kemudian intensitasnya dipengaruhi oleh faktor-faktor psikologis. Sedangkan untuk PPD lebih disebabkan oleh faktor-faktor psikososial seperti stress yang berlebihan yang dialami oleh ibu, kemunculan stress berkombinasi dengan berubahnya hormon, situasi kehidupan yang susah(misal kesulitan ekonomi), dan bermacam-macam masalah lainnya.

5. Segi Tingkat Keparahan

Kalau dilirik dari segi keparahan sudah dapat dipastikan bahwa baby blues memiliki dampak lebih ringan dari pada PPD yang dapat berdampak pada kemampuan ibu dalam mengasuh putra-putrinya, ibu dengan baby blues masih bisa merawat anaknya walaupun terkendala oleh gejala pada 2 minggu pertama. Sedangkan pada penderita PPD dapat muncul gejala depresi klinis, sehingga ibu akan merasa dirinya tak mampu menjadi sosok ibu yang baik bagi bayinya.

Setelah baby blues dan PPD ada juga psikosis postpartum yang memiliki gejala munculnya gangguan dalam membedakan ilusi (bisikan/pandangan palsu) dan kenyataan. Perbedaannya dengan PPD, gangguan ini bisa muncul secepat munculnya gejala baby blues. Namun resikonya sama beratnya dengan PPD, karena muncul ilusi yang bersifat halusional atau delusional yang dapat membuat ibu berlaku kekerasan dalam bentuk fisik atau verbal.

Sekian perbedaan baby blues dan depresi pasca melahirkan atau postpartum depression (PPD) begitu juga dengan psikosis postpartum sehingga dapat disimpulkan bahwa PPD dan psikosis postpartum adalah baby blues versi yang lebih berbahaya ya, karena mulai dari gejala sampai dampaknya jauh lebih membahayakan kelangsungan hidup seorang ibu. Semoga kita semua tidak perlu mengalami masa-masa seperti ini nanti ketika pertama kali menjadi ibu, kalaupun harus ya semoga tidak parah dan bisa teratasi. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Baca Juga: 5 Perlengkapan Mandi Untuk Bayi Baru Lahir

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *